Mengenang Oktober

Setahun barulah awal, semoga Allah mudahkan kedepannya. Airmata lekas berganti tawa, rasa sakit menjadi penghapus dosa. Cobaan menjadi penempa, membuat kita kuat, menambah syukur kita. Terima kasih sudah menjadi suami yang baik dan apa adanya, menjadi tempat pulang saat tak tau hendak kemana. Semoga saling menemani menjadi perantara menuju kasih sayangNya. Selamat mengenang tanggal 15 [...]

Advertisements

Mengeja Bahagia

Mengeja bahagia?  Semacam: be a ba, ha a ha, ge i gi, a, gia, b-a-h-a-g-i-a, bahagia. Begitu kah? Ini bukanlah tulisan seorang pakar bahasa. Hanya manusia biasa yang mencoba melihat lembaran yang sudah-sudah. Rasanya bahagia itu semacam perasaan penuh di dada, yang sulit diungkapkan dengan kata, terwakilkan dengan senyuman yang walau ditahan tetap tidak bisa. [...]

Sepasang Matamu

Hari ini mataku menghangat, menemukan sepasang matamu yang sayu. Mata dengan senyuman yang sendu. Kau bilang pose itu bersusah payah kau ambil, demi foto yang tak terfokus di wajahmu. Seperti susah payahmu menghadapi hidup agar sekelilingmu tak terfokus pada nestapa di matamu. Aku pernah lalai menangkap sinar matamu. Lalu egois memaksanya menjadi secerah yang aku [...]

Pertengahan Ramadhan: Mendengarkan

Hari ini, seperti kemarin-kemarin, saya mual muntah tanpa sebab, lagi. Saya tahu apa yang terjadi pada diri saya, tapi gagal mengatasinya. Tidak apa-apa, dinikmati saja dulu, pura-pura baik-baik saja, sampai lupa sedang pura-pura. Itu yang selalu kau katakan, kan? Salah satu hal yang membuat mual ini berkurang adalah bertemu orang tua dan teman-teman. Tapi malangnya, [...]

Buat Inaq Oche-ku

Dear Mba Vee, Inaq Oche-ku.  Kau sedang di rumah sakit sekarang, menanti si oche yang sudah lama kau bawa kemana-mana. Sembilan bulan lalu, aku belum tahu apa itu oche, sampai kau datang dengan perut belum belentungmu, dan memaksa agar kau dipanggil Inaq Oche. Dalam bahasa Sasak, inaq berarti ibu, dan oche berarti calon bayi, katamu.  Dua belas bulan yang lalu, kau mengundang kami [...]