Dalam Matamu

Dalam matamu, kulihat rindu, memburu

Serupa api di tengah kering hutan randu

Dalam senyap memeluk aku dan abu-ku

Lalu luruh bumi demi bandang air dari hulu

 

Dalam matamu, kulihat harap yang membeku

Serupa angin kepada mereka yang rumahnya tak beratap berbambu

Berkawan tatapan kasih yang bisu

Menelisik tulang, sum-sum, ngilu

 

Dalam matamu, ada kisah yang rancu

Antara kita berdua saja tanpa Dia sama dengan seru

Atau aku dan Dia membicarakanmu sama dengan ragu

Mungkin kau dan Dia diam-diam menertawakanku?

Apalah kita, hanya Dia yang paling tahu

 

Mataram, 27 Maret 2017
Ini apa sih :’)
Sumber gambar: Wikipedia

Advertisements

10 thoughts on “Dalam Matamu

Add yours

  1. Saya suka puisi ini, tp agak bingug dengan kata Dia yg awalan berkapital, apakah seseorang atau utk Tuhan? Anyway, salam kenal 🙂

    1. Halo Mba Rissa (Boleh panggil begini? 😀)😊
      Kalau untuk Tuhan, bagaimana menurut Mba Rissa? 🙂

      Mba Rissa tulisan-tulisannya kereeeeen 😭😭😭

      1. Kalau aku boleh nyampein analisa pribadiku..

        “Antara kita berdua saja tanpa Dia sama dengan seru

        Atau aku dan Dia membicarakanmu sama dengan ragu

        Mungkin kau dan Dia diam-diam menertawakanku?”

        *disini aku ngerasa penggunaan Dia mengarah ke oranglain

        Tapi…

        “Apalah kita, hanya Dia yang paling tahu”

        dibagian ini aku ngerasa apa maksudnya Tuhan karena yang Maha paling tau?

        Tapi kalau Tuhan, 3 kalimat di atas agak nganu. Kalau emang untuk oranglain Dia jadi dia aja.

        Semoga berkenan, ini karena saya suka dengan puisinya jadi mencoba ‘meraba-raba’ makna dibaliknya. 🙂

        Thank You kak Tia :’)

      2. Begitukah Kak Arin.. Semula sy mencoba menampilkan sosok yg mengakrabkan diri dengan Tuhan, tapi malah jadi rancu ya 😂😂

        Baiklah, mudah2an sy bisa lebih baik lagi bikin puisi selanjutnya..
        Makasi lho Kak, jangan bosan komen kritik dan saran yaa 😊😊

    1. Haha selamat Bang, Anda selangkah lebih maju menjadi laki-laki ‘peka’, yeyeee 👍 😂😂

      1. Yeyeyeye… Patut dibanggakan nich. Bikin syukuran sekalian, demi merayakan masa depan yang mulai keliatan 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: