2 April: World Autism Awarness Day

Hari ini Yayasan Autisme Indonesia (YAI) melaksanakan Kampanye Light It Up Blue (LIUB), yaitu  Kampanye Peduli Autisme di Monas dan dilakukan juga di seluruh dunia. Mungkin kawan yang dekat sana bisa merapat, magrib ini πŸ™‚ 

Saya pernah baca sedikit tentang autisme. Autisme merupakan gangguan perkembangan yang bersifat kompleks dan mempengaruhi prilaku. Autisme mengakibatkan sulit berkomunikasi, berhubungan sosial dan emosional dengan orang lain. Penyebabnya belum diketahui pasti, namun dapat dipicu berbagai faktor seperti riwayat keluarga dengan autisme, riwayat kelahiran prematur, ataupun adanya penyakit penyerta -kebanyakan gangguan saraf. 

Gejala autisme dapat terlihat sebelum anak berusia tiga tahun. Seperti perkembangan bicara yang lamban atau bahkan tidak bisa sama sekali, tidak adanya kepekaan terhadap perasaan orang sekelilingnya, tidak merespon saat dipanggil meskipun tidak ada gangguan pendengaran, cenderung menghindari kontak mata, sulit diajak bercakap-cakap dan hanya berbicara saat meminta sesuatu. Anak juga sering mengulang kata-kata tanpa mengerti penggunaanya, atau tidak paham pertanyaan dan petunjuk sederhana. Anak tidak paham cara menyapa, cenderung marah dengan perubahan rutinitas di sekelilingnya. Ia juga sulit berimajinasi, fokus berlebih pada satu topik saja. 

Mungkin ada anak yang mengalami gejala serupa di sekeliling kita, sebaiknya kita lebih aware dan segera membawa ke tempat pelayanan kesehatan. Karena Autisme dapat diterapi dengan terapi khusus. Tujuan terapi bukan untuk menyembuhkan, namun untuk meningkatkan kualitas hidupnya. 

Saya selalu kagum dengan para terapis atau para pengajar yang berhasil mendedikasikan keahlian, bahkan hidupnya untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti autisme ini :’)

Sebagai bentuk kepedulian, mari kita berhenti menggunakan “Autis” sebagai kata ejekan 👍
Selamat Hari Peduli Autisme Sedunia 

Advertisements

5 thoughts on “2 April: World Autism Awarness Day

Add yours

  1. Membaca tulisan ini mengingatkan saya pada dua hal. Pertama tokoh Abang di film Rectoverso, bagian Malaikat juga tahu. Abang seorang autism yang punya kebiasaan tetap di kehidupan sehari2nya hingga datanglah Leia dlm dan masuk dalam siklus hidupnya.

    Kedua. Kalimat terakhir mbk -stop menggunakan kata autis sebagai bahan ejekan- , ah saya pernah nemu kalimat ini waktu kerja praktek dulu. Pasalnya kami (sebagian besar peserta KP) yg normal tapi berperilaku selayaknya autis karena sibuk dengan hp masing2 dan tidak menyapa orng sekitar. Hingga waktu acara pembukaan “kalian autis semua” itulah yg jadi salah satu kalimat sambutan.

    *ah apalah maksud komen diatas. Kok saya jadi bingung sendiri ya jeluntrungannya kemana.πŸ™Š
    …..
    Waktu SD saya pernah punya teman yang begini hingga akhirnya harus masuk sekolah khusus. Pada akhirnya orang autis itu spesial menurut saya. Mereka bukan berbeda tapi spesial. :’)

    1. Mba Ikhaaaa… 😊

      Wah, Rectoverso? sy belum pernah nonton filmnya, cuma baca bukunya, sepertinya baguus, cuss searching 😊

      Hmmm.. iyaa, ‘autis’ memang sering dipakai buat gaul2an Mba Ikha. Mungkin niatnya ndak sampai menghina atau apa, tapi coba bayangkan kalau di sekitar ternyata ada orangtua yg anaknya dengan autisme, pasti sangat menyakitkan 😒

      Iya setujuuu Mba Ikhaa, seperti kata Kirana, mereka spesial :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: