Sepagi ini, kutemukan diriku yang tiada henti melawan malu. Atas segala janjiku padamu, untuk menjadi anak yang berbakti, memberimu sesuatu suatu hari, menjaga saudari-saudariku, juga ketangguhanku. Namun hingga hari ini, belum ada yang sempurna kupenuhi. Namun percayalah, Mak, seujung kukupun cintaku takkan pernah kukurangi.

Selaksa do’a teruntuk engkau yang mengajari kami mengeja kehidupan, mengenal Tuhan, meyakinkan keistimewaan dalam kekurangan, menyiramkan tawa dalam duka, mengajarkan kekuatan do’a. Terimakasih, Mamak paling perkasa sedunia.

Teruntuk Bunda Kartini, jutaan do’a untuk engkau terkirim pagi ini. Terimakasih untuk selalu ada dan mengingatkan kami tentang kemuliaan dan kekuatan dibalik kelembutan. Tentang menjadi Kartini-Kartini yang terlahir kembali.

Salamat ulang tahun, Mamak dan Bunda Kartini ❤

Advertisements

2 thoughts on “Mamak, Kartini-ku

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: