1 Ramadhan: Tarawih

Tarawih pertama di kota kecil ini, adalah rutinitas yang susah dilepas. Sudah hampir enam Ramadhan, dan selalu lebih banyak disini. Dinikmati saja, sebelum benar-benar dirindui, suatu hari nanti. 

Jadi semalam itu semula sudah merencanakan tarawih pertama ke masjid kampung dekat sini saja, di sekitar kost. Tapi kawan kost, Lia, mengajak ke Islamic Center yang megah itu. Masjid itu kelihatan kubahnya dari atap kost, tapi rasanya cuma sekali kesana, pas nonton acara MTQ Nasional yang keren itu. 

Masjid ini menjadi kebanggaan sebagian masyarakat Lombok. 

Hanya berbekal pakaian muslim, sepasang mukena, dan selembar sajadah, kami berjalan kaki menuju masjid. 

Dalam perjalanan, kami bertemu masjid lain yang lebih kecil dengan jarak sepelemparan batu dari islamic center itu. Tampak hanya beberapa orang mengisi shaf didalam sana. Padahal, dulu, masjid inilah yang paling ramai. 

Sampai di halaman masjid islamic center, serasa di halaman sebuah hotel megah. Mobil mewah berderet-deret, motor juga banyak. 

Memasuki lantai 1 masjid, kami menemukan eskalator, tangga yang berjalan sendiri itu, untuk naik ke lantai dua, ruang solat utamanya. Saya yang orang kampung ternganga-nganga. Ini bagus banget maasya Allah :’)

Masjid ini memiliki nama resmi Masjid Hubbul Wathan. Rasanya baru kemarin diresmikan oleh Bapak Gubernur. Mulai dibangun 2011, resmi 2016. Itu sekitar setahun yang lalu. Cepat, ya? Sekarang dah selengkap ini pula. 

Lampu menaranya warna-warni menyala setiap malam. Halaman dengan lorong-lorong berkubah, semuanya berkeramik bagus dan mulus. 

Kabarnya, masjid ini juga akan dijadikan tempat wisata syariah. Dari kicknews.today, disebutkan luas total area masjid sekitar 74.749 meter persegi. Bangunan utama 36.538 meter persegi, gedung pendidikan 14.092 meter persegi, gedung pengkajian 8.928 meter persegi, area komersial 15.819 meter persegi yang nanti katanya akan dibuatkan hotel syariah.

Bangunan masjid ada 4 lantai, dilengkapi ballroom, dapat menampung 200 mobil, 2000 motor, 15.000 manusia. Ada 6 menara, lambang rukun iman. Ada menara setinggi 99 meter, simbol asmaul husna. 

Sebegini rasanya sudah jauh melebihi ekspektasi akan sebuah rumah ibadah.

Jadi teringat RSUDP NTB, rumah sakit yang juga baru diresmikan tidak lama. Dibangun mulai 2007, diresmikan 2015. Sama-sama besar, jadi-nya lebih lama, tapi terasa belum selesai. 

Masih ada bagian-bagian gedung yang dibangun, dengan suara gaung mesin cor disela-sela tidur siang pasien. Belum genap setahun, sudah  banyak keramik semen yang terkoyak (apa ya bahasanya? Pecah, terangkat ke permukaan gitu lho), sapulante-nya sudah banyak yang jebol, bocor disana-sini, kamar mandi yang airnya sudah mati, dan sebagainya. 

Belum lagi drama yang membumbui sepanjang pembangunannya.

Ah ya, lift buat mengangkut bed pasien sering macet. Kalaupun hidup, bunyi deritnya ramai betul, membikin ngeri tapi harus berani. Ketika lift macet, satu-satunya jalan adalah tangga biasa atau jalan miring yang panjangnya menyaingi jarak antara kita *eh.

Apakah memang prioritas kedua bangunan ini berbeda? Apakah karena masjid adalah tempat suci, sementara rumah sakit adalah tempat kotor penuh darah dan nanah? Entahlah. Tahu apalah saya yang awam ini.

Setelah tarawih, ramailah orang-orang berfoto-foto. Saya dan Lia langsung pulang, tidak sekalipun melakukan selfie. Karena kami tak ingin menodai niat suci kami. Tsaah. Alibi! Padahal kami memang tidak bawa hape pas kesini. Hehehe.

Tapi di Google banyak kok foto masjidnya. Ini ada saya comot beberapa.

Mudah-mudahan besok bisa keliling safari tarawih ke masjid-masjid lainnya. :):):)

Advertisements

35 thoughts on “1 Ramadhan: Tarawih

Add yours

      1. Ah, kebanyakan tarawih dirumah mbak. Sendiri, karna kerja šŸ˜©šŸ˜¢

        Tapi senang juga kok, nuansa ramdhannya msh kena juga šŸ˜Š

      2. Begitu ya.. mungkin sendiri malah lebih khusyuk šŸ˜ƒ
        Semangat ramadhan šŸ‘šŸ˜Š

      1. Kalau rumah sakit swasta biasanya lbh baik dan bersih, justru rumah sakit umum daerah yg ..ah sudahlah šŸ˜€šŸ˜šŸ˜…

  1. Pertama kali mengenal Lombok dr Tivi beberapa tahun yg lalu, yang paling saya ingat adalah : pulau seribu Masjid. Bener gini ya mbk sebutannya..

    Semoga rumah sakitnya kedepan lebih diperhatikan ya mbk, apalagi bsa sebaik itu bangunnya šŸ™‚

    1. Waaaaa, beberapa tahun lalu? Lombok se terkenal itu yaa šŸ˜Š
      Iyes, seribu masjid šŸ˜Š

      Aamiin, aamiin ya Robb.. huhu makasi Mba Ikhaa..
      Saya komen tentang ini secara lebai ya, maapin šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚

      1. Terkenal di otakku. Lombok terkenal kok.. pulaunya yg selalu cantik itu. Penduduknya yang selalu ramah itu. šŸ˜ƒ

        Ga lebai kok mbak..

  2. hayooo jangan kebanyakan mikir, kalau luang, dari buka puasa lalu sholat maghrib sampai tarawih di sana aja, kak. asik banget pasti kak. indah pula .

    1. Hihi iya nih lebai mikirin yang ndak2 šŸ˜…šŸ˜…..
      Beneer apalagi disana disediain takjil gratis jugaaa..
      Makasi dah ngingetiin, Kak Au šŸ˜ŠšŸ˜Š

    1. Eh? Kirain bukan Bang Gun ini šŸ˜‚šŸ˜‚

      Lumayan Bang, semalam satu juz šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

  3. Iya juga deng, yang masjid sebelah, kena dampak yang lumayan signifikan. “Okupansi”-nyamenurun. Nice, share kak Tia šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: