2 Ramadhan: Berbuka dan Membuat Naqi’

Nikmatnya berbuka itu, bukan sekadar karena makanannya yang enak. Kalau ini yang membuat nikmat, tentu orang-orang yang makan makanan tertentu -yang rasanya berbanding lurus dengan harga- saja yang bisa merasakan. 

Tapi ternyata, mereka yang berbuka di sebuah gubuk kecil bersama keluarga, dengan sepotong kurma dilanjut nasi dengan sayur bening dan ikan asin plus sambal terasi-pun, merasakan indahnya momen berbuka. 

Lagipula enak itu relatif, kan?
Jadi bukan makanannya, tapi sensasinya: rasa segar dari seteguk air setelah tenggorokan kering seharian, rasa lega dari sepotong kurma setelah lambung kerontang sejak subuh menjelang. Ditambah ‘latihan’ menahan banyak hal. Sensasi yang beda.

.

Kemarin, hari pertama berbuka, diisi dengan reuni kecil. Saya, Lia, Ita, dan Insan. Kami makan seadanya: kurma, lalu nasi, sepotong ayam goreng, sambal goreng buncis, dan pelecing kangkung, makanan khas Lombok itu.  

Kami tarawih di Masjid Hubbul Wathan, lagi, dan sempat melihat-lihat tempat dipajang benda-benda kuno peninggalan sejarah kebudayaan Islam di NTB. Ada bazar buku dan foodcourt juga yang digelar sejak sore. Sepertinya akan berlangsung sepanjang ramadhan, dengan tema Khazanah Ramadhan. 

Kami hanya melihat-lihat, karena seperti biasa, tidak bawa uang dan hape. Hehehe. Tidak apa-apa, melihat saja cukup. Apa-apa, asalkan rame-rame, memang selalu asik.

Selanjutnya kami berencana membuat naqi’ atau nabidz, minuman yang menyehatkan itu, menggunakan kurma. Resepnya kami kutip dari buku Keajaiban Resep Obat Nabi yang ditulis oleh Pak Joko Rinanto. 

Pertama-tama, mempersiapkan bahan-bahan. Ada kurma 7 buah, dalam buku ini digunakan kurma kering (tamr) yang baik, kulit tidak lengket, tidak terlalu kering, tidak ber-hama. Lalu menyiapkan satu gelas air hangat, di buku tertulis sekitar 400cc. 

Selanjutnya daging kurma dan bijinya dispisahkan, lalu buah kurma dipotong kasar, dimasukkan dalam gelas yang sudah diisi air hangat. Kemudian ditutup rapat dan disimpan dalam suhu kamar selama kurang lebih 12 jam. Minuman ini harus dikonsumsi sebelum 3 hari karena dapat berubah menjadi khamr.

Jika akan disajikan untuk berbuka puasa, bisa dibuat pagi sebelum solat subuh. Kalau direncanakan untuk sahur, maka membuatnya disarankan sore hari. Nanti satu jam sebelum berbuka, bisa didinginkan sebentar dalam kulkas, supaya lebih segar. Jika suka, dapat diblender dan disajikan macam jus.

Selain dengan kurma, naqi’ juga dapat dibuat dari 100 gram kismis, 1 liter air hangat, dengan langkah pembuatan yang hampir sama dengan naqi’ dari kurma. 

Ini contoh gambarnya dari Google+ nya Suara Da’wah. Slurrrpt..

Memangnya apa saja manfaat naqi’ atau nabidz ini? Pak Joko Rinanto menjabarkan dalam bukunya tentang kurma dan manfaatnya, terutama jika dijadikan naqi’. 

Kurma, tumbuhan palem dengan nama latin phonix dactylifera telah diteliti oleh para ilmuwan, dan terbukti kaya protein, serat gula, vitamin, dan berbagai mineral. 

International Journal Food Science Nutrition 2003

Kandungan gulanya baik untuk persediaan energi selama berpuasa. Kandungan vitamin dan mineralnya membantu mengurangi stress, sembelit, dan gangguan otot, serta dalam jangka panjang mencegah penyakit-penyakit kronis seperti gangguan jantung dan diabetes. 

Manfaat kurma bagi perempuan yang sedang hamil dan menyusui juga sudah tidak diragukan lagi. Zat besi dan kalium dalam kurma dapat membantu meningkatkan kualitas air susu ibu.

Tengoklah kisah Bunda Maryam yang diabadikan dalam Al-Qur’an surat Maryam: 25-26. Saat itu, beliau yang sedang hamil besar, hendak melahirkan, disuruh oleh Malaikat Jibril mengguncangkan pohon kurma yang kemudian berjatuhan dan dimakannya. Atas izin Allah, persalinan menjadi lancar.

Berbagai manfaat kurma ini menjelaskan hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi: “Siapapun yang pagi-pagi makan tujuh buah kurma ajwah maka pada hari itu ia tidak mudah keracunan dan terserang penyakit.”

Nama ‘ajwa’ sendiri diambil dari nama anak dari Salman Al-Farisi. Rasulullah SAW memberi nama kurma yang dimakan beliau dengan nama ajwa untuk mengenang jasa Salman Al-Farisi yang telah mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan Islam.

Adapun naqi’ atau nabidz, dari penjelasan Pak Joko Rinanto yang bersumber dari kitab Thibbun Nabawi karya Ibnu Qayyim, merupakan perasan buah yang dihalalkan yang dapat diminum sebagai takjil atau setelah makan berat, setelah makanan turun dari lambung. Jadi tidak diminum bersamaan dengan makanan. Sifatnya yang dingin dan manis dapat menguatkan lambung, menutrisi tubuh, dan menyehatkan pencernaan. 

.

Setelah membaca buku ini, kami jadi tidak sabar meminum naqi’ buatan sendiri. 

Jadi, disamping es cendol dan kolak, jangan lupa kita siapkan kurma untuk berbuka ya :):):) 

Advertisements

17 thoughts on “2 Ramadhan: Berbuka dan Membuat Naqi’

Add yours

  1. dulu istri pas hami pas puasa juga minum itu saat sahur.
    bedanya, aku pakai Bearband untuk campurannya..
    pertama aku rendam beberapa kurma dengan air secukupnya, merendamnya sekitar 4-6 jam.
    baru aku blender dengan menambahkan Bear band.

    1. Waaah resep baruu. Lebih enak lagi kayaknya pake bearbrand yaa.. makasi share nya Mas Ir ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Eh tapi.. yang ndak hamil juga bisa kan minum ini ya :’)

      1. yah nggak apa..
        tapi itu di khususkan untuk yang menyusui dan yang hamil
        biar tenaganya prima, gitu saat aku baca artikelnya

      2. Gitu yaa, sip sip, buat persiapan kalo gitu hehehehehehe
        Makasiii Mas Ir resepnya ๐Ÿ˜Š

      1. Ciusly gatau Kak Kunuu.. tak gugling yang keluar kubis wkwkw
        Itu mungkin ya? Mauu dibikiniiin ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

      2. Oooh bener kubis, enak rupanya, ntar bikin aah
        Iyees pake K diaaa Kak Kunu wkwkw ๐Ÿ˜‚

    1. Nutrisinya gak kalah sama infused water dari buah-buahan ๐Ÿ˜Š
      Siapp terimakasih sudah mampiir, Bang ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: