7 Ramadhan: Mengenang Puisi

A very first poem that always reminds me of you. Your wise words. Thank you, Mister.

KITABMU

Oleh : Benn Rosyid

Melangkah sambil bersiul. Pergi mengaji di surau kampung.

Tangan kiri menjaga sarung agar tak jatuh

Tangan kanan mendekap kitab suci yang sudah usang.

Sesekali tangan kiri memperbaiki kopiah hitam yang sudah kekuningan.

Jatuhlah sarung yang tak pernah disetrika itu.

Biarlah, yang penting kitabmu tidak jatuh saja, katanya.

Melangkah sambil bersiul.

Itu sudah berlalu lama, sudah tidak begitu lagi sejak diberi ijazah. 

.

Satu dari semua menyimpan kitab itu di hatinya. Di ucap dan lakunya.

Yang lainnya menyimpan di lemari sepanjang abad.

Agar elok kelihatan perabotannya.

Yang lainnya menyimpan di saku baju setiap hari.

Agar dikira islami.

.
Biarlah,

Yang penting kitabmu tidak hilang saja, katanya.

.

16 Februari 2012
.

Sumber gambar

Advertisements

One thought on “7 Ramadhan: Mengenang Puisi

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: