Buat Inaq Oche-ku

Dear Mba Vee, Inaq Oche-ku. 

Kau sedang di rumah sakit sekarang, menanti si oche yang sudah lama kau bawa kemana-mana. Sembilan bulan lalu, aku belum tahu apa itu oche, sampai kau datang dengan perut belum belentungmu, dan memaksa agar kau dipanggil Inaq Oche. Dalam bahasa Sasak, inaq berarti ibu, dan oche berarti calon bayi, katamu. 

Dua belas bulan yang lalu, kau mengundang kami ke acara ijab qabulmu. Kau, acara yang sederhana, dan souvenir sederhana: sebuah kapsul pulpen bertuliskan “jangan lupa bahagia”. Aku selalu ingat, kata-kata itu adalah yang selalu kau ucap setiap kita membagi luka berdua. 

Ah ya, pulpen itu, yang bagiku sangat berharga itu, akhirnya kuberikan pada seseorang yang juga berharga. Semoga ia selalu bahagia. 

Dua puluh empat bulan yang lalu, kita sering bercerita. Tentang kita yang ingin bersekolah sebanyak-banyaknya. Tentang rencana kita ke tempat terpencil, Papua misalnya. Tentang hal-hal bodoh yang ingin kita lakukan bersama. Tapi kau diambil orang, ternyata. Rencana sebatas rencana, melihat bahagiamu di pelaminan sana, terasa jauh lebih lega. 

Malam ini, kau sedang berjuang melawan rasa sakit, perjuangan yang dijanjikan surga. Semangaat, inaq ochee. Buat engkau dan bayimu, hanya doa yang kupunya. Semoga kalian berdua bisa melewatinya, dan besok kita bisa kembali bercerita tentang dia yang mirip kau atau ayahnya. Sehat-sehat yaa, kalian berdua. Aamiin 💕 

Advertisements

5 thoughts on “Buat Inaq Oche-ku

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: