Kita angin

"Kau begitu manis, membuat haus pahitku yang miris. Kemarilah, mendekatlah, biar menyatu napas kita," ucap angin pada embun dini hari. Mereka saling peluk, menghangat sejenak, berhembus, lalu mendebu. Menyisakan dingin yang ngilu. 🍃 Sudah 3 hari, kudapati embun telah tandas disesap mentari. Ia yang datang terlalu pagi, ataukah aku yang terlalu lelap menanti? Semalam aku [...]

Advertisements

3-6 Ramadhan: Hari-hari yang terlewatkan

Welcome, Juni 🙂 Waaa, sudah hampir seminggu Ramadhan. Ada beberapa kegiatan yang rasanya ingin ditulis disini, dibuat draft-nya, sambil blogwalking, dan.. Taraa! Minder sendiri hahaha. Tulisan teman-teman yang lain bagus-baguus maasya Allah. Tapi coba menguatkan diri, lagi, tulis lagi. Bagaimana kalau jelek? Isinya kurang bermanfaat? "Ndak papa, kan belajar," kata Kirana, saban hari. 👣👣👣 NgabubuRead [...]

2 Ramadhan: Berbuka dan Membuat Naqi’

Nikmatnya berbuka itu, bukan sekadar karena makanannya yang enak. Kalau ini yang membuat nikmat, tentu orang-orang yang makan makanan tertentu -yang rasanya berbanding lurus dengan harga- saja yang bisa merasakan.  Tapi ternyata, mereka yang berbuka di sebuah gubuk kecil bersama keluarga, dengan sepotong kurma dilanjut nasi dengan sayur bening dan ikan asin plus sambal terasi-pun, merasakan indahnya [...]

1 Ramadhan: Tarawih

Tarawih pertama di kota kecil ini, adalah rutinitas yang susah dilepas. Sudah hampir enam Ramadhan, dan selalu lebih banyak disini. Dinikmati saja, sebelum benar-benar dirindui, suatu hari nanti.  Jadi semalam itu semula sudah merencanakan tarawih pertama ke masjid kampung dekat sini saja, di sekitar kost. Tapi kawan kost, Lia, mengajak ke Islamic Center yang megah [...]

Mencicip Gerah

Tulisan lama: sebuah cerita mini beserta kenangan dibaliknya. Semangat yang dulu itu, sebelum kemudian terseok sendu, kepala semakin dungu, tertindih bekuan rindu. Tsaah 💔 Selamat hari Jum'at, selamat menyambut Ramadhan 🙂 Berkali-kali kutelepon, Kak Juni belum juga datang. Baterai handphoneku habis. Handphone yang satunya tertinggal di rumah. Power bank lupa kubawa. Maka kuputuskan pulang sendirian,  berjalan kaki. [...]

Adek Ima dan Sepatu Super

Sore yang seru: pulang ke rumah dan bermain dengan Adek Ima. Ditemani sepiring pisang goreng dan segelas susu cokelat sachet buatan bersama, kami duduk di depan TV. Sesekali TV 14 inci itu menggelap layarnya. Dengan sigap, Adek Ima akan menendangnya, lalu si TV hidup kembali. Diiringi ledakan tawa kami berdua.  Detik berikutnya kami sibuk membicarakan [...]

Membaca Hati?

Aku membayangkan hati sebagai sebuah kumpulan lempengan tipis dengan tekstur kenyal berwarna merah marun, dijilid dengan temali berwarna hijau kebiruan serupa selang kecil yang didalamnya ada cairan berwarna merah terang. Lalu di sekitarnya tertempel pernik kekuningan berumbai-rumbai yang memantikkan listrik kecil -menyetrum sedikit saja- ketika disentuh. Sesekali cairan dalam tali selang kecil akan memercik halus, [...]